Aug
21
2019

3 Sebab Mengapa Barca Melepas Philippe Coutinho ke Bayern Munich

 

Philippe Coutinho sah dipinjamkan ke club Bundesliga, Bayern Munchen sepanjang satu musim. The Bavarian mendapatkan pilihan pembelian waktu musim selesai.

Perubahan profesi Coutinho ini tidak mengagetkan. Semenjak pertengahan musim kemarin, ia telah dipandang tidak patut bela Blaugrana. Coutinho terlihat tersesat, bingung, tidak dapat penuhi harapan.

Jadi pemain yang memiliki status rekor transfer club, perjalanan profesi Philippe Coutinho di Camp Nou ini dikit mengenaskan. Pemain yang diinginkan mungkin saja bintang baru nyatanya cuma dapat bertahan sepanjang satu 1/2 musim.

Dua atau tiga tahun kemarin, Coutinho wajar dipandang seperti pemain paling baik Liverpool. Ia dapat membelah pertahanan musuh dengan pergerakan cepat, cetak gol di luar kotak penalti. Kekuatan berikut yang menarik ketertarikan Barcelona.

Nahasnya, Barcelona belum pernah melihat langsung Coutinho yang sama. Coutinho di Barca terlihat seperti pemain yang berlainan dengan Coutinho di Liverpool. Mutunya, performnya, keyakinan dianya jauh dibawah standard yang semestinya.

Marcelo Bielsa, satu diantara pelatih senior di dunia sepak bola, sudah pernah menyampaikan teori mengenai ketidaksamaan kualitas pemain di club baru. Barca tidak salah waktu beli Coutinho, cuma tetap ada surprise dibalik transfer pemain.

“Anda bisa jadi lihat 100 video, menginterogasi cederanya, riwayatnya, kehidupan pribadinya, menganalisa datanya dengan dalam,” kata Bielsa diambil dari Sport.

“Anda bisa tahu semuanya mengenai ia, tetapi ada satu variabel yang tidak dapat dikendalikan: bagaimana ia akan menyesuaikan dengan habitat baru? Tidak mungkin tahu itu karena baginya itu ialah kenyataan baru, hal baru untuk kebanyakan orang yang tidak dapat dimengerti sebelum hadirnya.”

Ya, Coutinho tidak berhasil menyesuaikan. Paling tidak ada 4 langkah kegagalan Coutinho di Barcelona, yang pada dasarnya mengenai bagaimana fakta tidak dapat penuhi keinginan.

Pengalaman Coutinho di Barcelona memverifikasi teori Bielsa. Lepas dari investasi, bagaimanakah cara pembelian itu, penampikan Liverpool, serta hadirnya pada Januari 2018, Coutinho membuat publik Barca menginginkan suatu.

Barcelona datangkan pesepak bola kelas dunia dengan bakat mengagumkan yang sudah jadi bintang di team Jurgen Klopp. Pelatih Jerman iru sudah pernah menahan kepergian Coutinho, tetapi tanpa ada hasil.

Minta kesetiaan Coutinho ialah satu hal yang susah. Lihat riwayatnya, mungkin ia cuma setia pada baju tim nasional Brasil.

Namun ada beberapa sebab yang membuatnya dilepas oleh Barcelona.

Memulai Karir di Barcelona dengan Baik

Coutinho datang di Camp Nou pada Januari 2018. Ia tidak dapat bermain optimal pada paruh ke-2 musim itu, tidak dapat bermain di Liga Champions. Tetapi, keadaan itu dipandang memberikan keuntungan Coutinho yang masih menyesuaikan.

Pada pertandingan pertamanya, Coutinho memunculkan kesan-kesan jika ia memang terlahir untuk barcelona. Ia terlihat nyaman dengan ekosistem baru, cari ruangan di lapangan.

Ia mulai cetak gol serta membuat assists, menjadi pemain penting. Saat itu, Coutinho cetak delapan gol di La Liga serta dua gol di Copa del Rey.

Tetapi, mendadak semuanya beralih. Coutinho belum juga dapat sampai level sebagus yang ia tunjukkan di Liverpool. Mungkin, semenjak hari pertama jadi pemain Barcelona, Coutinho merasakan jika ada suatu yang salah.

Pergantian Rencana

Barcelona membujuk Coutinho dengan semua jarah. Sebelum transfer itu, faksi Barca janji jika Coutinho akan bermain di tempat Andres iniesta. Coutinho diproyeksikan jadi penerus Iniesta.

Tetapi, Valverde punyai gagasan berlainan. Ia seringkali mainkan Coutinho disamping sayap. Valverde seringkali turunkan Coutinho di pos sayap kanan.

Bahkan juga kepergian Andres Iniesta tidak merubah kondisi ini. Coutinho tidak dapat kembali bermain di tempat terbaik. Ia merasakan tersesat, hilang arah, serta kehilangan rasa yakin diri.

Sosok yang Kurang Tangguh

Bagaimana juga, permasalahan Coutinho tidak semua terkait dengan pekerjaan di lapangan. Saat semuanya berjalan salah, beban pemain termahal dalam riwayat club membuat Coutinho makin kesusahan.

Coutinho pasti tidak suka dengan pergantian tempat. Ia telah coba bicara empat mata dengan Ernesto Valverde. Sayangnya, Coutinho tidak berani memaksakan pelatih untuk memberi tempat yang ia kehendaki.

Lionel Messi serta Luis Suarez terus memberi dukungan Coutinho, tetapi tidak semua pemain Barca mengerjakannya. Beberapa pemain minta Coutinho kerja lebih keras di pusat kesehatan.

Tetapi, Coutinho tidak dapat memberi respon dukungan-dukungan itu. Saat profesinya berjalan jelek, ia tidak punyai ciri-ciri untuk menarik dirinya dari lubang permasalahan.

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook