Jul
20
2018

Alisson Si Penanda Generasi Emas Kiper Brazil

 

Katanya posisi penjaga gawang selalu menjadi titik lemah Brazil dari generasi ke generasi. Pengecualian mungkin terjadi pada tahun ini, dengan Alisson Becker dan Ederson Moraes.

Spekulasi jika Selecao yang jarang memiliki kiper bagus sudah menjadi pembicaraan yang umum tahun ke tahun. Orang Brazil terlahir untuk memainkan bola dengan kaki, bukan menggunakan tangan. Begitulah kira-kira keadaannya.

Brazil tentu saja pernah mempunyai banyak kiper top, akan tetapi level mereka tak sebaik para outfield player yang dipunya di era yang sama.

Claudio Taffarel membantu Brazil menjadi juara dunia di tahun 1994. Namun setahun sebelum turnamen dimulai, Taffarel pindah dari Parma ke tim gurem Reggiana.

Pada tahun 2000-an, ada Dida yang membawa AC Milan menjadi juara Liga Champions. Akan tetapi Dida dianggap sebagai titik lemah I Rossoneri di periode tersebut. Dida bukan kiper utama Brazil ketika menjuarai Piala Dunia 2002. Saat itu gawang Tim Samba dikawal oleh Marcos (Palmeiras).

Hingga awal 2017, Brazil masih kesulitan mencari kiper utama untuk bermain di Piala Dunia 2018. Alisson masih menjadi pelapis di AS Roma, sementara itu Ederson di Benfica sama sekali belum memiliki jam terbang banyak di level internasional. Di kompetisi lokal Brazil, saat itu pilihannya juga tidak banyak. Alex Muralha (Flamengo), Marcelo Grohe (Gremio) dan Weverton (Atletico Paranaense) dinilai kurang mumpuni oleh Taffarel, pelatih kiper di skuat Canarinho.

Namun dalam setahun kondisinya berubah dengan drastic. Alisson bermain gemilang bersama Roma, yang membuatnya menjadi incaran Liverpool, Real Madrid dan sejumlah klub kaya lainnya. Sementara itu Ederson menjadi kiper termahal sesudah Manchester City membelinya dari Benfica. Ederson malah langsung mempersembahkan gelar Premier League. Keduanya pun mendadak menjadi kandidat utama kiper Brazil untuk Piala Dunia 2018.

Persaingan yang pada akhirnya dimenangkan oleh Alisson.

Di dalam waktu dekat, Alisson juga akan memenangkan persaingan lainnya dengan Ederson, yakni sebagai kiper termahal di dunia. Media-media di Inggris dan Italia sudah santer memberitakan Alisson akan bergabung bersama Liverpool dengan biaya transfer senilai 66 juta poundsterling. Ketika digaet City dari Benfica, Ederson dibeli senilai 53 juta euro.

Liverpool amat membutuhkan Alisson sesudah mengalami mimpi buruk bersama Loris Karius di final Liga Champions 2018. Akan tetapi kebutuhan pada Alisson lebih jauh dari itu. Alisson merupakan kiper dengan jumlah penyelamatan paling banyak ketiga di 5 kompetisi teratas Eropa pada musim lalu. Hanya David De Gea dan Jan Oblak yang memiliki angka lebih tinggi.

Alisson juga mempunyai karakteristik kiper modern. Dia tidak hanya jago memakai tangan, namun juga piawai menggunakan kaki. Alisson merupakan ball playing goalkeeper. Intinya, The Reds sangat membutuhkan semua kemampuan Alisson.

“Alisson Becker membuat penyelamatan sulit terlihat mudah” puji Gianluigi Buffon.

Allenatore Roma, Eusebio Di Francesco, dibuat terpukau oleh Alisson pada awal-awal kedatangannya ke Stadio Olimpico. Hal utama yang disorot Di Francesco adalah ketenangan Alisson di bawah mistar gawang.

“Pele-nya penjaga gawang” puji Di Francesco.

Jika proses transfer tersebut terlaksana, maka Brazil akan memiliki 2 kiper termahal dunia pada satu waktu. Keduanya akan bersaing di kompetisi terbaik di dunia (Premier League). Masa depan kiper Brazil untuk saat ini sangat cerah sekali.

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook