Sep
18
2018

Kelelahan Jadi Alasan Manager Madura United Setelah Ditaklukkan Arema

Rekor apik Madura United yang tidak terkalahkan dalam delapan laga di Gojek Liga 1 bersama dengan Bukalapak pada akhirnya berhenti. Mereka sangat terpaksa menyerah 0-2 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin sore (17/9/2018).

Dua gol tuan-rumah diciptakan oleh dua pemain yang berlainan di penghujung set. Gol pertama hasil eksekusi penalti Makan Konate (45+3’), sesaat satu gol yang lain disumbang oleh Dedik Setiawan (90’).

Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira berkelit anak asuhannya dalam keadaan kecapekan hingga mesti rubuh. Madura United juga melakukan pertandingan dengan waktu persiapan pendek, cuma tiga hari, sesudah berlaga kontra Partner Kukar, Kamis (13/9/2018).

“Setelah beberapa laga, pemain kami kecapekan. Tetapi, kami sudah berjuang serta dapat mengatur emosi. Banyak peristiwa didalam lapangan. Mencari kesempatan serta gol, tetapi tidak bisa,” kata pelatih dari Brasil itu sesudah laga.

Di laga ini, beberapa punggawa Laskar Sape Sering menuliskan jumlahnya kesempatan yang minim. Keseluruhan, mereka lakukan sekitar delapan tembakan dengan cuma tiga saja yang ke arah gawang.

Walau demikian, Gomes masih memberikan pujian pada kapasitas Fabiano Beltrame dkk. Dia lihat semangat tinggi pada beberapa pemainnya untuk dapat bikin gol serta menang walau tidak berhasil mengerjakannya.

“Saya lihat pemain kami masih bermain bagus serta kolektif, terpenting set ke-2. Kami membuat beberapa kesempatan, gabungan, serta kemampuan individu. Kami telah lakukan semua serta akan melakukan perbaikan lagi,” pungkasnya.

Hasil ini membuat Madura United masih tetap menempati tempat runner-up klassemen sesaat dengan 36 point dari 22 pertandingan. Mereka punya potensi untuk disalip oleh Bali United yang sekarang di rangking empat mengoleksi 35 point dari 21 pertandingan.

Ada satu peristiwa yang cukuplah jadi sorotan mendekati set pertama tuntas. Waktu itu, wasit Nusur Fadilah memberi penalti pada Arema sesudah ada pelanggaran yang dikerjakan oleh pemain Madura United.

Dalam siaran lagi, bek kiri Madura United, Andik Rendika Rama, tampak menjatuhkan pemain sayap Arema, Dendi Santoso. Beberapa pemain Madura United sudah sempat lakukan memprotes sebab memberikan penalti pada tuan-rumah.

Tampak wasit dikerubungi oleh pemain belakang Madura United, dari mulai kapten Fabiano Beltrame serta penjaga gawang Satria Tama. Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, juga malas memberi komentar tentang hal seperti ini.

“Mereka (pemain Arema) dapat tembus pertahanan kami serta berlangsung penalti. Saya tidak paham peristiwanya seperti apakah sebab di tempat yang jauh. Saya tidak dapat pastikan penalti ataukah tidak. Saya tidak dapat memberi komentar,” kata pelatih dari Brasil itu.

Dalam insiden itu, Dendi lakukan penetrasi sesudah menyambar bola yang tidak dalam perebutan siapa saja. Pergerakan cepatnya selintas langsung disambar oleh Andik yang tampak cemas.

Tidak berpolemik dengan penalti, Gomes menilainya pemain Arema bermain lumayan bagus di laga. Permainan yang diperlihatkan punggawa Singo Edan membuat mereka wajar mendapatkan tiga point.

“Kami main di kandang Arema dengan team serta pemain yang mempunyai kemampuan individu bagus juga. Kami bukan menantang team yang asal-asalan. Ini ialah team yang berjuang untuk naik di klassemen,” tambah Gomes.

Hasil ini membuat Madura United masih tetap menempati tempat runner-up klassemen sesaat dengan 36 point dari 22 pertandingan. Mereka punya potensi untuk disalip oleh Bali United yang sekarang di rangking empat mengoleksi 35 point dari 21 pertandingan.

 

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook