Mar
9
2018

‘PSG Cuma Sekumpulan Individu yang Bermain Tanpa Ide’


Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 329 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Real Madrid disebut baru saja memenangi laga mudah melawan Paris Saint Germain. Kendati bertabur bintang, tetapi permainan PSG di nilai tanpa ide dan lebih bersifat individualistis.

Madrid menang 2-1 saat menjalani leg kedua babak 16 besar melawan PSG di Parc de Princes, Rabu (7/3/2018) kemarin. Hasil itu memastikan Los Blancos lolos meyakinkan ke perempatfinal dengan agregat 5-2 karena sebelumnya pada leg pertama Cristiano Ronaldo dkk juga menang dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu.

Untuk PSG, ini berarti musim kedua secara beruntun di mana mereka terdepak di babak 16 besar. Setelah menghabiskan banyak uang di bursa transfer musim panas lalu, publik pasti berharap bahwa prestasi klub ibukota Prancis itu bisa mengalami peningkatkan. Nyatanya, prestasi PSG malah tambah menurun mengingat tiga musim sebelumnya minimal mereka selalu sampai di perempatfinal.

Pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi menilai, PSG tidak bisa menjadi tim yang bagus dan kolektif meski telah membelanjakan uangnya lebih dari 400 juta euro untuk merekrut Neymar dan Kylian Mbappe. Meski klub tersebut bertabur bintang, Sacchi menilai itu tidak ada gunanya sebab secara keseluruhan PSG telah gagal tampil sesuai ekspektasi.

Bahkan pada laga leg kedua yang berlangsung di markas dan dihadapan pendukungnya sendiri pun PSG kesulitan menciptakan peluang dan di buat frustasi oleh Madrid.

“Madrid menghadapi tim yang sangat lemah. Saya piker PSG itu cuma sekumpulan individu yang memiliki nama besar. Kata ‘permainan’ itu bisa sulit untuk dijelaskan, tapi itu membuat perbedaan,” kata Sacchi kepada Mediaset seperti dilansir Football Italia.

“Ide ide dalam permainan ini tidak bisa di beli, dan harus di kreasikan sendiri. Saya berpikir saya akan melihat sebuah tim PSG yang tampil dengan ‘menggigit pisau’ (istilah Italia untuk mengungkapkan sikap bersungguh-sungguh), tapi berakhir dengan melihat Real Madrid bermain seperti sambil merokok,” imbuh pria yang membawa AC Milan memenangi Piala Champions (Liga Champions format lama) dua musim beruntun, pada 1988/1989 dan 1989/1990 ini.

 

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook