Feb
11
2020

PSG dikatakan paling pintar untuk mengikat pemain andalannya

Sejak Qatar Sports Investments mengambil alih, maka PSG akan di kenal paling ahli dalam untuk mengikat erat-erat pemain bintangnya agar tidak tergiur pindah ke klub lain di seluruh dunia. Namun sang Pemilik PSG yang berasal dari Qatar itu telah banyak berinvestasi guna mendatangkan sejumlah superstar, termasuk pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe, untuk membantu klub mencapai target mereka.

Namun, PSG bukan hanya tahu cara mendatangkan pemain kelas dunia, mereka juga ahli dalam mengikat erat-erat pemain elit mereka ketika tim top Eropa lainnya datang untuk mengontrak pemain mereka. Berikut adalah delapan kasus berbeda bintang PSG yang menarik minat dari klub lain, tetapi seluruhnya tetap bertahan di Paris lebih lama daripada yang mereka inginkan.

Musim panas lalu Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi tidak membiarkan Neymar meninggalkan klub, dengan pemain Brasil itu di laporkan ingin kembali ke Barcelona. Kedua klub lalu mengadakan negosiasi, tetapi PSG menolak semua tawaran.

Barcelona menawarkan 25 juta euro (375 Milyar rupiah) untuk merekrut Angel di Maria, tetapi PSG meminta 50 juta euro (749 Milyar rupiah) dan tidak ada kesepakatan yang tercapai meskipun PSG sebenarnya sangat membutuhkan uang itu demi meringankan beban Financial Fair Play.

Diego Simeone bersikukuh bahwa Edinson Cavani adalah seorang striker yang ideal untuk Atletico Madrid dan pemain asal Uruguay itu sangat ingin bergabung dengan Los Rojiblancos. Kontraknya yang akan berakhir pada musim panas, tapi PSG menolak tawaran 15 juta euro (224 Milyar rupiah) pada bulan Januari dan lebih suka kehilangan dia secara gratis nanti, meskipun Cavani sudah bukan bagian dari skuad inti.

CEO Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marin mencoba merekrut Thiago Motta pada tahun 2015, tetapi PSG tidak mau berpisah dengan gelandang mereka. Motta akhirnya membaharui kontraknya dengan PSG dan pensiun di sana pada tahun 2018.

Foto Marco Verratti merokok di kapal pesiar di Ibiza pada tahun 2017 dan sedang menunggu untuk membubuhkan tanda tangannya di atas kontrak dengan Barcelona, ??telah membuat heboh musim panas tahun itu.

Dia mencoba memaksa klubnya untuk menjualnya ke raksasa Catalan, tetapi PSG menganggapnya sebagai salah satu pemain penting dalam rencana mereka dengan Marquinhos. Verratti kembali ke pelatihan dan beberapa hari kemudian ia menandatangani kontrak baru dengan gaji yang jauh lebih besar.

Meskipun menjadi salah satu lulusan terbaik akademi PSG, Adrien Rabiot akhirnya menyeret klub ke pengadilan. Sang pemain menolak untuk memperbarui kontraknya dan dia dijadikan pemain cadangan, tidak diizinkan untuk pergi sampai kontraknya berakhir dan pindah ke Juventus.

Meskipun ia tidak pernah memaksakan kepergiannya, ia adalah contoh bagaimana PSG memperlakukan para pemain yang dianggap berperilaku tidak profesional. Hatem Ben Arfa menghabiskan lebih dari setahun tanpa bermain di bawah kepemimpinan Unai Emery dan ia akhirnya pindah ke Rennes pada 2018.

Maka dia akan menyeret PSG untuk ke pengadilan guna minta ganti rugi sebesar delapan juta euro atau sekitar serratus dua puluh miliar rupiah, menuduh bahwa dia telah merasa di kucilkan diklub karena akan tetapi dia telah kalah saat di pengadilan.

Real Madrid dan Barcelona telah memantau bek asal Brasil ini, yang telah dianggap sebagai salah satu pemain paling vital di PSG. Dia tidak pernah terbujuk oleh tawaran dua raksasa La Liga dan baru-baru ini memperbarui kontraknya hingga 2024.

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook