Jul
20
2018

Team Talk Deschamps Yang Membuat Prancis Menjadi Juara


Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 329 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

 

Beredar team talk dari pelatih Prancis, Didier Deschamps, pada jeda pertandingan melawan Kroasia. Matikan Mario Mandzukic dan berikan bola kepada Kylian Mbappe.

Prancis tampil sebagai juara Piala Dunia 2018 sesudah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 di final. Les Blues unggul 2-1 pada babak pertama melalui gol bunuh diri Mandzukic dan penalti Antoine Griezmann. Prancis minim peluang dengan cuma melepaskan satu tembakan pada saat itu.

Sadar akan banyaknya ancaman dari Vatreni, Deschamps pun mengarahkan anak buahnya untuk mematikan pergerakan Mandzukic. Kroasia banyak memberikan ancaman melalui crossing di babak pertama. Gol Ivan Perisic bahkan lahir dari skema crossing, yang bola terlebih dulu disambut Mandzukic.

Arahan pelatih berusia 49 tahun itu bisa disaksikan lewat potongan video TV Prancis, TF1. Apa yang telah direncanakan pun berjalan sukses pada babak kedua. Prancis mencetak 2 gol lagi lewat Paul Pogba dan Mbappe pada paruh kedua, sementara itu Kroasia hanya mampu menambah satu gol melalui Mandzukic dari hasil kecerobohan yang dilakukan Hugo Lloris.

“Apa kalian melihat? Mereka menggunakan sikut. Jangan membelakanginya. Apa yang akan mereka lakukan? Mereka selalu melepaskan umpan-umpan diagonal. Mereka selalu mencari Mario Mandzukic di setiap waktu” ucap Deschamps.

“Mandzukic akan menyundul bola itu, mengontrolnya dengan dada atau kakinya. Hati-hati berada di sekitarnya, dia akan tetap bisa menyundul bola dengan kepalanya, jadi berhati-hatilah” lanjut pelatih yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 sebagai pemain dan kapten.

“Jangan bermain statis, bersiaplah untuk bergerak. Jangan membuatnya lebih sulit untuk diri sendiri. Mereka datang, mereka agresif. Kalian semua sudah melihat energy yang mereka berikan” sambung Deschamps.

“Bermainlah sesimpel mungkin. Ketika kalian menguasai bola dan ada pemain lawan yang mendekat, berikan bola itu secepat yang kalian bisa dan berikan ke Kylian Mbappe” tambah pelatih kelahiran Bayonne, 15 Oktober 1968 itu.

“Antoine Griezmann, turun sedikit ketika serangan balik. Kamu tetap berada di belakang penyerang. Kami ingin kamu menjadi opsi. Mainkan sesederhana mungkin” tegas Deschamps.

Raphael Varane juga ikut memberikan motivasi kepada rekan setimnya. Varane meminta para pemain jangan terlalu memikirkan apa yang disampaikan pelatih menjadi hal yang sulit.

“Jangan terlalu memikirkan posisi. Kawan, itu ada di dalam pikiran kalian. Positif dong, percayalah. Kita bakal menang, kawan! Kita bakal memenangkan pertandingan ini!” seru Varane.

“Tak usah terlalu memikirkannya, ayo! Kita akan menang, kawan. 45 menit lagi, ayo!” tambah bek klub Real Madrid itu.

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook