Dec
14
2018

Zah Rahan Ingin Sriwijaya FC Balik ke Liga 1


Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 329 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

Warning: Missing argument 2 for wpdb::prepare(), called in /home/situsbet/public_html/wp-content/plugins/better-related/inc/scorer.php on line 474 and defined in /home/situsbet/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1210

 

Gelandang serang Madura United, Zah Rahan, begitu susah lihat bekas klubnya, Sriwijaya FC, terdegradasi ke Liga 2 2019. Club berjulukan Laskar Wong Kito itu finish rangking ke-17 serta cuma mengemas 39 point di klassemen akhir Liga 1 2018.

Zah Rahan membuka sangat banyak masa lalu bersama dengan Sriwijaya FC saat berkarier di Indonesia. Pemain dari Liberia itu masuk pada periode 2007-2010 serta rasakan titel juara Liga Indonesia 2007.

Pada partai final itu Liga Indonesia 2007 menantang PSMS Medan itu, Zah Rahan bahkan juga cetak gol. Pertandingan itu dimenangi Sriwijaya dengan score 3-1. Diakhir musim, ia lalu keluar pemain terunggul.

“Sriwijaya semestinya tidak terdegradasi sebab mereka salah satunya kemampuan di Indonesia. Musim ini mereka ikut memulainya dengan menghadirkan beberapa pemain berkualitas. Mungkin mereka tidak sedang mujur,” kata Zah Rahan pada alat waktu didapati di kediamannya di Surabaya, Kamis malam (13/12/2018).

Di awalnya musim 2018, Sriwijaya jadi satu diantara calon kuat juara dengan menghadirkan pemain bintang. Mereka mempunyai Alberto Goncalves, Makan Konate, Hamka Hamzah, Esteban Vizcarra.

Club yang dulunya adalah Persijatim Jakarta Timur itu ikut menghadirkan pelatih top, Rahmad Darmawan, untuk menahkodai team.

Akan tetapi, Zah Rahan mengerti Sriwijaya memang alami permasalahan pada pertengahan musim.

Seperti muncul dalam banyak alat, Sriwijaya alami sudah sempat permasalahan finansial serta menunggak upah pemain. Perihal itu yang membuat pemain plus pelatih Rahmad Darmawan pergi.

“Saya baca berita mereka alami permasalahan di pertengahan musim. Itu bisa saja pelajaran buat manajemen mereka atau club mana saja. Janganlah sangat berkeinginan menghadirkan pemain bagus jika tidak dapat membayar. Kasihan, pemain ikut miliki keluarga,” tambah pemain berumur 33 tahun itu.

Perasaan hormat Zah Rahan pada Sriwijaya tinggi sekali. Hal tersebut ia tunjukkan waktu membela Madura United serta cetak gol ke gawang Sriwijaya. Ia malas lakukan selebrasi untuk menghargai bekas klubnya.

“Publik tahu saya begitu menghargai Sriwijaya FC menjadi salah satunya club yang berjasa untuk karir saya. Karena itu, saya belum pernah lakukan selebrasi jika bikin gol ke gawang bekas club. Saya mengharap Sriwijaya selekasnya kembali pada tempat asal mereka di Liga 1,” katanya.

Comments are closed.

Situs Utama Kami

Live Chat Support

Arsip Berita

SitusBetting Facebook